SANDYWARMAN.COM adalah sebuah situs web yang dibuat untuk tujuan berbagi ilmu tentang bahan ajar produktif akomodasi perhotelan, akuntansi, dan berbagai tips dalam membangun sebuah web. Mari saling berbagi ilmu untuk kemajuan kita bersama.

input Data Alumni Skawibha

Minggu, 04 Agustus 2013

Pandangan Filsafat (Darsana) Kelompok Nastika

KELOMPOK NASTIKA

1.      BUDDHA
·         Agama Buddha adalah sebuah agama dan filsafat yang berasal dari anak benua India dan meliputi beragam tradisi kepercayaan, dan praktik yang sebagian besar berdasarkan pada ajaran yang dikaitkan dengan Siddhartha Gautama, yang secara umum dikenal sebagai Sang Buddha (berarti “yang telah sadar”
dalam bahasa Sanskerta dan Pali). Sang Buddha hidup dan mengajar di bagian timur anak benua India dalam beberapa waktu antara abad ke-6 sampai ke-4 SEU (Sebelum Era Umum). Beliau dikenal oleh para umat Buddha sebagai seorang guru yang telah sadar atau tercerahkan yang membagikan wawasan-Nya untuk membantu makhluk hidup mengakhiri ketidaktahuan/kebodohan (avidyā), kehausan/napsu rendah (taṇhā), dan penderitaan (dukkha), dengan menyadari sebab musabab saling bergantungan dan sunyatam dan mencapai Nirvana (Pali: Nibbana).
·         Setiap aliran Buddha berpegang kepada Tripitaka sebagai rujukan utama karena dalamnya tercatat sabda dan ajaran sang hyang Buddha Gautama. Pengikut-pengikutnya kemudian mencatat dan mengklasifikasikan ajarannya dalam 3 buku yaitu Sutta Piṭaka (kotbah-kotbah Sang Buddha), Vinaya Piṭaka(peraturan atau tata tertib para bhikkhu) dan Abhidhamma Piṭaka (ajaran hukum metafisika dan psikologi)
2.      JAINA
·         Jainisme (bahasa Sanskerta: जैनधर्म - Jainadharma, bahasa Tamil: சமணம் - Samaṇam) adalah sebuah agama dharma. Jaina bermakna penaklukan. Agama Jaina bermakna agama penaklukan. Dimaksudkan penaklukan kodrat-kodrat syahwati di dalam tata hidup manusiawi. Agama Jaina itu dibangun oleh Nataputta Vardhamana, hidup pada 559-527 sM yang beroleh panggilan Mahavira yang berarti pahlawan besar.
·         Agama Jaina lahir lebih dahulu daripada agama Buddha. Agama Buddha punya pengikut lebih luas di luar India, namun agama Jaina terbatas hanya di India saja. Kedua agama tersebut merupakan reaksi terhadap perikeadaan di dalam agama Hindu mengenai perkembangan ajarannya pada masa lampau.
·         Dewasa ini ada lebih dari 8 juta pengikut agama ini. Mereka terutama ditemukan di India. Secara sosial, biasanya para penganut Jainisme termasuk golongan menengah ke atas. Agama Jaina itu mewariskan bangunan-bangunan kuil yang amat terkenal keindahan arsitekturnya di India dan senantiasa dikunjungi wisatawan.

Kitab suci

Kitab suci di dalam agama Jaina adalah Siddhanta. Kitab ini terdiri atas beberapa himpunan. Himpunan pertama terdiri atas dua belas buah Angas atau bab, namun Angas keduabelas telah lenyap, tidak dijumpai sampai sekarang.

3.      CARWAKA
Carwaka merupakan salah satu filsafat yang tidak mengakui otoritas Weda, oleh karena itu Carwaka digolongkan kedalam kelompok Nastika. Untuk lebih mudah memahami saya akan menjelaskan dari arti, faham, metafisika, epistimologi dari Carwaka
A.    ARTI CARWAKA
Carwaka berasal dari kata Caru dan Vak. Caru disini berarti manis, sedangkan Vak berarti ujaran. Carwaka berarti lidah manis yang bermakna kenikmatan duniawi yang menjadi tujuan tertinggi dari filsafat Carwaka ini. Carwaka juga dapat dikatakan sebagai faham yang menginginkan segala sesuatunya bersifat menyenangkan seluruh indriya- indriya yang ada. Makna ini mengandung indikasi orang kebanyakan yang secara implisit, berarti seseorang yang mempunyai selera rendah.
Carwaka disebut juga Lokayata yang memiliki arti seseorang yang berjalan dijalan keduniawian, menjalankan segala nafsu indriya, keinginan duniawi. Selain itu Carwaka disebut juga Nastika Siromani yang mengandung arti orang yang tidak sopan, nakal, seseorang yang hanya memenuhi keinginan duniawi semata.

B.         FAHAM CARWAKA
Pendiri filsafat Carwaka ialah Bhagavan Wrhaspati, dengan penekanan pengajaran pada aspek material sebagai tujuan hidup tertingi dan tidak percaya akan adanya kehidupan di akhirat. Tradisi yang dikembangkan Carwaka adalah Heterodoks, Atheisme, materialistic.
v  Faham Carwaka Bersifat Atheis
Carwaka menganut faham atheis dikarnakan faham Carwaka memandang eksistensi Tuhan hanya merupakan mitos belaka. Itu dikarnakan dalam fahan Carwaka segala sesuatunya harus nyata dapat dirasakan, dilihat oleh indriya – indriya. Tuhan tidaka dapat dilihat langsung oleh mata maka dari itu filsafat Carwaka menganggap Tuhan sebagai mitos. Maka dari tiu Carwaka mengatakan dunia ini bakan dari Tuhan. Bahkan tindakan para pendeta yang menyelesaikan ritual dipandang sebagai hal yang membodohkan, membodohkan masyarakat, dan meletakkan keyakinan pada eksistensi Weda diabaikan.
v  Faham Carwaka Bersifat Materialistik
Filsafat Carwaka dikatakan materialistic dikarnakan hanya mementingkan kenikmatan duniawi, sehingga diistilahkan juga sebagai hendonisme maknanya identic dengan pemenuhan kenikmatan duniawi. Fahan filsafat Carwaka juga dikatakan faham naturalistic yang artinya pandangan filosofis yang memberikan peranan kepada alam sekitar, yang posisinya pada roh dan adikodrati.

C.         METAFISIKA CARWAKA
Dalam filsafat Carwaka dunia material dibentuk oleh empat Bhuta yakni udara, air, api dan tanah, dikarnakan elemen – elemen ini diketahui manusia melalui indriya. Alam semesta dan makhluk hidup pun terbentuk dari empat elemen – elemet tersebut. Sesuai sifat dari masing – masing element, maka mereka juga memiliki kesadaran

D.    EPISTIMOLOGI CARWAKA
Kesadaranitu diibaratkan air ludah merah yang terjadi dari hasil gabungan danm kunyahandaun sirih, pinang, dan kapur, yang sebelumnya memiliki sifatnya tersendiri.Demikian halnya dengan element – element tubuh makhluk hidup, apabiladikombinasikan bersama – sama dengan suatu cara tertentu menyebabkan munculnya tubuh yang memilki kesadaran. Kesadaran tersebut bukanlah roh,dikarnakan tidak ada bukti – bukti. Kesadaran tersebut akan hilang seiringdengan tubuh yang telah hancur. Ketika manusia meninggal tidak ada sesuatuapapun yang tertinggal untuk dinikmati sebagai konsekuensi tindakan dimasa yangakan dating. Artinya Carwaka tidak mempercayai kehidupan setelah kematian. Satu– satunya sumber yang valid adalah persepsi

0 komentar:

Posting Komentar

Hai Sob, berikan komentarmu dengan sopan n NO SPAM.
Dilarang membuat komentar yang sama pada artikel yang berbeda, karena dianggap sebagai SPAM maka akan dihapus. Trims