Persembahyangan di Pura Windhu Segara, Padang Galak Denpasar

Denpasar, sandywarman.com - Pada hari ini (26/01/2016) wrespati umanis wuku sinta, tepat pada hari raya Siwaratri (panglong 14 sasih kepitu), saya bersama dengan keluarga melakukan persembahyangan di pura campuhan windhu segara yang bertempat di pantai padang galak, sanur, Denpasar. Tujuan saya dan keluarga ke pura ini adalah untuk melukat, namun karena hari ini sedang piodalan maka prosesi melukat ditutup sementara.

Akhirnya karena melukat tidak bisa dilakukan, kami pun hanya melakukan persembahyangan di 5 (lima) tempat yang lokasinya di area Pura Windhu Segara. Pura ini terlihat bersih dan luas sehingga memberikan rasa tenang dan kusuk dalam melakukan persembahyangan. Hanya saja jalan menuju pura ini kurang mendapat perhatian, karena terlihat bagian jalan berlubang dan berlumpur. Semoga kedepannya bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Pelanggaran Hak Dan Pengingkaran Kewajiban Sebagai Warga Negara - Modul PPKN Kelas XI

A. Kompetensi Dasar 
  • Menghayati persamaan kedudukan warga negara tanpa membedakan ras, agama dan kepercayaan, gender, golongan, budaya, dan suku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara    
  • Menganalisis kasus pelanggaraan hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara    
  • Menyaji hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara 

B. Indikator 
  • Memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas dalam materi hak dan kewajiban warga negara
  • Melakukan perbuatan yang menjunjung tinggi toleransi dalam melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga Negara    
  • Menjelaskan hakikat hak dan kewajiban warga negara Indonesia
  • Mengemukakan hak sekaligus kewajiban warga negara yang terdapat dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. sekaligus dengan menuliskan pasal yang mengaturnya 
  • Menganalisis terjadinya pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara
  • Menyaji hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara.
  • Mengkomunikasikan hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara


PETA KONSEP
Peta konsep
Peta Konsep

Anak-anak sudahkah berdoa ?? sebelum membaca modul lebih lanjut bacalah doa dalam hatimu sesuai keyakinanmu untuk mohon petunjuk kepada Tuhan.

Selesai berdoa simaklah puisi berikut !
“Indonesia-Ku”Oh Negeriku IndonesiaDimasa lalu engkau menderitaDerita karena penjajahan…Maka engkau dibela ….Dibebaskan oleh Putra-putri bangsamuOh Negeriku IndonesiaDulu jiwa dan raga dikorbankan untukmu Berjuang sampai titik darah penghabisanKini…….Generasi mu lebih menuntut hak Namun Lupa akan kewajiban-kewajibannyaOh Negeriku IndonesiaKami berjanji padamu akan menjadi abdimuMenjadi Warga Negara BerdedikasiMewujudkan cita-cita proklamasi
PETA WILAYAH INDONESIA
Peta wilayah indonesia
Peta wilayah indonesia
Simak dan Renungkanlah !!!!
Sebuah kisah dalam cerita Ramayana…..
Sri Rama adalah putra dari Raja Ayodya yang sangat taat menjalankan ajaran Dharma. Rama pun mau dinobatkan sebagai Raja menggantikan ayahnya karena ia adalah anak tertua dari 4 bersaudara, namun ibunya Kekayi tidak terima dan menagih janji kepada Dasarata, bahwa anaknya Bharata yang harus menjadi Raja dan memerintahkan rama untuk tinggal dihutan selama 14 tahun. Rama yang sangat patuh pada orang tua, demi pengabdiannya pada ayahnya ditemani oleh istrinya Sita, dan adiknya laksmana pergi dan tinggal dalam pertapaan dihutan. Kemudian Rama, Sita dan Laksmana tibalah disebuah hutan dekat perbatasan dengan wilayah Alengka, dan mendirikan sebuah pertapaan. Dalam pertapaan itulah kisah rama dan sita dimulai, rama yang digoda oleh sarpakanaka adik dari Rahwana dipotong hidungnya oleh Laksmana, dan melaporkannya pada rahwana. Rahwana-pun marah dan membalas dengan menculik Sita istri dari rama.
Maka rama dan laksmana mencari sita, sampai di alengka dengan ditemani pasukan kera. Di alengka sendiri terjadi keributan, antara Rahwana dan Wibhisana. Wibhisana tidak setuju dengan kakaknya yaitu rahwana dan menyuruh untuk mengembalikan sita pada sri Rama, tapi Rahwana Menolak dan mengusir wibhisana dari kerajaan alengka. Wibhisana sendiri adalah adik kandung dari rahwana. Karena berpegang teguh pada Dharma maka wibhisana bergabung dengan Sri Rama dan membantu Sri Rama dalam peperangan yang sangat dasyat melawan kakanya di alengka. Rahwana yang mulai terdesak akhirnya terpaksa membangunkan adiknya yang bernama Kumbakarna. Kemudian Kumbakarna bertemu dengan adiknya yaitu Wibhisana. Dalam medan tempur keduanya sempat berbicara, Wibhisana menasehati Kumbakarna untuk tidak melawan Sri  Rama karena Rahwana telah melanggar Dharma. Tetapi Kumbakarna menolaknya dan berkata, Aku tahu kakak Kita Rahwana Salah dan aku sudah memperingatkannya, akan tetapi karena aku dibesarkan dan diberikan makan di alengka. Aku bukan membela Rahwana tapi aku Membela Negaraku yang lagi Berperang. Kumbhakarna-pun Gugur dalam medan perang
Dari Cerita diatas apa yang bisa anak-anak contoh dan apa yang tidak ?? adakah pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban ???
Mana ya yang lebih dulu ??
Maka dalam pikiran kita akan muncul pertanyaan “Apa itu hak dan kewajiban? secara sederhana hak dapat kita artikan sebagai sesuatu yang seharusnya kita dapat atau peroleh, dan kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan atau berikan atau perbuat.
adakah pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban ???
Berfikirlah !
Pada suatu hari John pergi ke sebuah restauran, begitu sampai diareal parkir dia langsung diminta bayar parkir, John pun membayar karcis parkir dan setelah bayar dia memarkirkan motornya ditempat yang disediakan. Setelah parkir motor John masuk ke restauran dan memesan makanan. John tidak langsung membayar makanan saat memesan tetapi John membayar setelah selesai makan ia baru ditagih untuk membayar sebanyak.

Dengan demikian hak dan kewajiban ibaratkan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan, bagaikan tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri, mata kanan dan kiri, keduanya saling berhubungan, dimana ada hak disana pasti ada kewajiban, dimana  kita telah melakukan kewajiban disana pasti kita mempunyai hak. Jadi ketika kita berbicara mana lebih dulu hak dan kewajiban. Maka jawabannya adalah sesuai dengan Situasi, Kondisi, Toleransi, Pantauan dan Jangkauan.

A. HAKIKAT HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA. 
A. Hak sebagai Warga Negara
Sebagaimana yang telah kita ketahui hak dan kewajiban itu tak bisa terpisah. Hak adalah sesuatu yang harus diperoleh atau didapatkan. Hak bisa berbentuk kewenangan atau kekuasaan untuk melakukan sesuatu. Hak yang diperoleh merupakan akibat pelaksanaan kewajiban. Dengan kata lain hak baru bisa diperoleh apabila kewajiban sudah dilakukan, misalnya: seorang siswa baru mendaptkan hak untuk diterima sebagai siswa atau belajar setelah semua kewajiban persyaratan untuk diterima sebagai siswa sudah terpenuhi. 
Hak setiap warganegara dimanapun termasuk di Indonesia selalu berkaitan dengan prinsip-prinsip HAM (Hak Asasi Manusia) seduni atau berpedoman pada konstitusi dari negaranya. Hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada setiap pribadi manusia, yang dibawa sejak lahir yang merupakan hak hidup, hak kebebasan dan hak memiliki sesuatu. Karena itu, HAM itu berbeda dari pengertian hak warga Negara. Hak Warga Negara merupakan seperangkat hak yang melekat dalam diri manusia dalam kedudukanya sebagai anggota (warganegara dari sebuah Negara (hanya berlaku dalam satu Negara yang diatur dalam konstitusi negaranya atau UUD negaranya.

Dengan demikian dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa konsep hak warga negara memiliki cakupan sangat luas. Hak tersebut meliputi hak asasi manusia, hak konstitusional, dan hak legal/hukum. Di samping itu, terdapat pula ketentuan mengenai jaminan hak asasi manusia tertentu yang hanya berlaku bagi warga negara atau setidaknya bagi warganegara diberikan kekhususan atau keutamaan-keutamaan tertentu, misalnya, hak atas pekerjaan, hak atas pendidikan dan lain-lain yang secara bertimbal balik menimbulkan kewajiban bagi negara untuk memenuhi hak-hak itu khusus bagi warga negara Indonesia. Artinya, Negara Republik Indonesia tidak wajib memenuhi tuntutan warga negara asing untuk bekerja di Indonesia ataupun untuk mendapatkan pendidikan gratis di Indonesia. Hak-hak tersebut dikategorikan sebagai hak warga negara yang meliputi:

a) Hak asasi manusia tertentu yang hanya berlaku sebagai hak konstitusional bagi warga negara Indonesia saja. Misalnya:
  1. hak yang tercantum dalam Pasal 28D ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan setiap Warga negara berhak atas kesempatan yang sama dalam pemerintahan;
  2. Pasal 27 ayat (2) menyatakan tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan;
  3. Pasal 27 ayat (3) berbunyi setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara;
  4. Pasal 30 ayat (1) berbunyi tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara;
  5. Pasal 31 ayat (1) menentukan setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
b) Hak asasi manusia tertentu yang meskipun berlaku bagi setiap orang, akan tetapi dalam kasus-kasus tertentu, khusus bagi Warga negara Indonesia berlaku keutamaan-keutamaan tertentu. Misalnya, Pasal 28D ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menentukan, “Setiap orang berhak untuk bekerja.”. Namun, negara dapat membatasi hak orang asing untuk bekerja di Indonesia. Misalnya, turis asing dilarang memanfaatkan visa kunjungan untuk mendapatkan penghidupan atau imbalan dengan cara bekerja di Indonesia selama masa kunjungannya itu.

c) Hak warga negara untuk menduduki jabatan-jabatan yang diisi melalui prosedur pemilihan, seperti Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Walikota, Kepala Desa, Hakim Konstitusi, Hakim Agung, anggota Badan Pemeriksa Keuangan, anggota lembaga permusyawaratan dan perwakilan yaitu MPR, DPR, DPD dan DPRD, Panglima TNI, Kepala Kepolisian RI, Dewan Gubernur Bank Indonesia, anggota komisi-komisi negara, dan jabatan-jabatan lain yang diisi melalui prosedur pemilihan, baik secara langsung atau secara tidak langsung oleh rakyat.

d) Hak warga negara untuk diangkat dalam jabatan-jabatan tertentu, seperti tentara nasional Indonesia, polisi negara, jaksa, pegawai negeri sipil beserta jabatan-jabatan struktural dan fungsional dalam lingkungan kepegawaian, dan jabatan-jabatan lain yang diisi melalui pemilihan. Semua jabatan yang dimaksud di atas hanya berlaku dan hanya dapat diduduki oleh warga Negara Indonesia sendiri sesuai dengan maksud ketentuan Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28D ayat (3).

B. Makna Kewajiban Warga Negara
Kewajiban secara sederhana dapat dimaknai segala sesuatu yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian kewajiban warga negara dapat diartikan sebagai tindakan atau perbuatan yang harus dilakukan oleh seorang warga negara sebagaimana di atur dalam ketentuan perundangundangan yang berlaku.
Dengan demikian kewajiban warga negara dapat diartikan sebagai tindakan atau perbuatan yang harus dilakukan oleh seorang warga negara sebagaimana di atur dalam ketentuan perundangundangan yang berlaku. Apa yang membedakannya dengan kewajiban asasi? Kewajiban asasi merupakan kewajiban dasar setiap orang. Dengan kata lain, kewajiban hak asasi terlepas dari status kewarganegaraan yang dimiliki oleh orang tersebut. Sementara itu, kewajiban warga negara dibatasi oleh status kewarganegaran seseorang, akan tetapi meskipun demikian konsep kewajiban warga negara memiliki cakupan yang lebih luas, karena meliputi pula kewajiban asasi. 
Misalnya, di Indonesia menghormati hak hidup merupakan kewajiban setiap orang terlepas apakah ia warga negara Indonesia atau bukan, sedangkan kewajiban bela negara hanya merupakan kewajiban warga negara Indonesia saja, sementara warga negara asing tidak dikenakan kewajiban tersebut. Hak dan kewajiban warga negara merupakan dua hal yang saling berkaitan. Keduanya memiliki hubungan kausalitas atau hubungan sebab akibat. Seseorang mendapatkan haknya, dikarenakan dipenuhinya kewajiban yang dimilikinya. Misalnya, seorang pekerja mendapatkan upah, setelah dia melaksanakan pekerjaan yang menjadi kewajibannya. Selain itu, hak yang didapatkan seseorang sebagai akibat dari kewajiban yang dipenuhi oleh orang lain. Misalnya, seorang pelajar mendapatkan ilmu pengetahuan pada mata pelajaran tertentu, sebagai salah satu akibat dari dipenuhinya kewajiban oleh guru yaitu melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Hak dan kewajiban warga negara juga tidak dapat dipisahkan, karena bagaimanapun dari kewajiban itulah muncul hak-hak dan sebaliknya. 
          Akan tetapi sering terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Misalnya, setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak, akan tetapi pada kenyataannya banyak warga negara yang belum merasakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya. Hal ini disebabkan oleh banyak terjadi ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban. Jika keseimbangan itu tidak ada maka akan terjadi kesenjangan sosial yang berkepanjangan.

Tugas Individu!

Setelah membaca uraian materi di atas, coba kalian baca kembali UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kemudian identifikasi Hak dan kewajiban warga negara yang diatur dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Buat di buku latihan!!





B.KASUS PELANGGARAN HAK DAN PENGINGKARAN KEWAJIBAN   WARGANEGARA.

A. Kasus Pelanggaran Hak Warga Negara Oleh Negara
Kalian tentunya pernah melihat para anak jalanan sedang mengamen di perempatan jalan raya. Mungkin juga kalian pernah didatangi pengemis yang meminta sumbangan kepada kalian. Nah, anak jalanan dan pengemis merupakan salah satu golongan warga negara yang kurang beruntung, karena tidak bisa mendapatkan haknya secara utuh. Kondisi yang mereka alami salah satunya disebabkan oleh terjadinya pelanggaran terhadap hak mereka sebagai warga negara, misalnya pelanggaran terhadap hak mereka untuk mendapatkan pendidikan, sehingga mereka menjadi putus sekolah dan akibatnya mereka bisa saja menjadi anak jalanan.
putus sekolah dan akibatnya mereka bisa saja menjadi anak jalanan
Anak Jalanan
Anak jalanan merupakan golongan warga negara yang kurang beruntung karena tidak bisa menikmati haknya secara utuh. 

Pelanggaran hak warga negara terjadi ketika warga negara tidak dapat menikmati atau memperoleh haknya sebagaimana mestinya yang ditetapkan oleh undang-undang. Pelanggaran hak warga negara merupakan akibat dari adanya pelalaian atau pengingkaran terhadap kewajiban baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh warga negara sendiri. Misalnya kemiskinan yang masih menimpa sebagaian masyarakat Indonesia, penyebabnya bisa dari pemerintah ketika program pembangunan tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau bisa juga disebabkan oleh perilaku warga negara sendiri yang malas untuk bekerja atau tidak mempunyai keterampilan, sehingga mereka hidup di garis kemiskinan. Pelanggaran terhadap hak warga negara bisa kita lihat dari kondisi yang saat ini terjadi di negara kita misalnya: 
  1. Proses penegakkan hukum masih belum optimal dilakukan, misalnya masih terjadinya kasus salah tangkap, perbedaan perlakuan oknum aparat penegak hukum terhadap para pelanggar hukum dengan dasar kekayaan atau jabatan masih terjadi, dan sebagainya. Hal itu merupakan bukti bahwa amanat Pasal 27 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”, belum sepenuhnya dilaksanakan.
  2. Saat ini tingkat kemiskinan dan angka pengangguran di negara kita masih cukup tinggi, padahal Pasal 27 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 
  3. Semakin merebaknya kasus pelanggaran hak asasi manusia seperti pembunuhan, pemerkosan, kekerasan dalam rumah tangga, dan sebagainya, padahal Pasal 28 A – 28 J UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin keberadaan Hak Asasi Manusia. 
  4. Masih terjadinya tindak kekerasan mengatasnamakan agama, misalnya penyerangan tempat peribadatan, padahal Pasal 29 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. 
  5. Angka putus sekolah yang cukup tinggi mengindikasikan belum terlaksananya secara sepenuhnya amanat Pasal 31 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
  6. Pelanggaran hak cipta, misalnya peredaran VCD/DVD bajakan, perilaku plagiat dalam membuat sebuah karya dan sebagainya. 
Contoh-contoh yang diuraikan di atas membuktikan bahwa tidak terpenuhinya hak warga negara itu dikarenakan adanya kelalaian dalam pemenuhan kewajiban sebagaimana yang dipersyaratkan dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan ketentuan perundang-undangan lainnya. Hal-hal tersebut apabila tidak segera diatasi dapat mengganggu kelancaran proses pembangunan yang sedang dilaksanakan.

B. Kasus Pengingkaran Kewajiban Warga Negara 

Kalian tentunya sering membaca slogan “orang bijak taat pajak”. Slogan singkat mempunyai makna yang sangat dalam, yaitu ajakan kepada setiap warga negara untuk memenuhi kewajibannya, salah satunya adalah membayar pajak. Kewajiban warga negara bukan hanya membayar pajak, tetapi masih banyak lagi bentuk lainnya seperti taat aturan, menjunjung tinggi pemerintahan, bela negara dan sebagainya. Kewajiban-kewajiban tersebut apabila dilaksanakan akan mendukung suksesnya program pembangunan di negara ini serta mendorong terciptanya keadilan, ketertiban, perdamaian dan sebagainya. 
Pada kenyataannya, saat ini banyak terjadi pengingkaran terhadap kewajiban-kewajiban warga negara. Dengan kata lain, warga negara negara banyak yang tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh undang-undang. Pengingkaran tersebut biasanya disebakan oleh tingginya sikap egoisme yang dimiliki oleh setiap warga negara, sehingga yang ada di pikirannya hanya sebatas bagaimana cara mendapat haknya, sementara yang menjadi kewajibannya dilupakan. Selain itu, rendahnya kesadaran hukum warga negara juga mendorong terjadinya pengingkaran kewajiban oleh warga negara. 
Pengingkaran kewajiban warga negara banyak sekali bentuknya, mulai dari sederhana sampai yang berat, diantaranya adalah: 
  1. Membuang sampah sembarangan. 
  2. Melanggar aturan berlalu lintas, misalnya tidak memakai helm, tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi, tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan sebagainya. 
  3. Merusak fasiltas negara, misalnya mencorat-coret bangunan milik umum, merusak jaringan telpon, dan sebagainya. 
  4. Tidak membayar pajak kepada negara, seperti Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak kendaraan bermotor, retribusi parkir dan sebaganya. 
  5. Tidak berpartisipasi dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, misalnya mangkir dari kegiatan siskamling. 
Pengingkaran kewajiban tersebut apabila tidak segera diatasi akan berakibat pada proses pembangunan yang tidak lancar. Selain itu pengingkaran terhadap kewajiban akan berakibat secara langsung terhadap pemenuhan hak warga negara.

TUGAS INDIVIDU 
Setelah kalian menganalisis kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara, tentunya kalian semakin yakin bahwa hak dan kewajiban dalam pelaksanaannya harus seimbang. Nah coba sekarang renungkanlah hal-hal berikut serta cobalah berikan jawabannya. Setelah mampu kalian jawab, kemudian amalkanlah dalam kehidupanmu sehari-hari. 
Dibuat di buku latihan!
  1. Bila kalian berbuat sewenang-wenang, siapakah yang dirugikan? Jika demikian, bagaimana keharusannya? 
  2. Pelanggaran hak cipta dalam bentuk penjualan VCD/DVD bajakan sangat merugikan pemegang hak ciptanya. Atas kejadian tersebut, bagaimana sikap kalian ketika menemukan barang-barang bajakan diperjualbelikan? 
  3. Coba sebutkan hak dan kewajiban yang ada di sekitarmu sehubungan dengan kedudukanmu sebagai seorang anak, pelajar, kakak atau adik, warga kota atau desa di mana kalian bertempat tinggal? 
  4. Apa saja akibat dari pelalaian sebuah tanggung jawab? 
  5. Apa yang akan kalian lakukan apabila melanggar hak orang lain dan mengabaikan kewajiban? 
  6. Mengapa terjadi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara? 
  7. Bagimanakah cara kalian untuk menghindari melakukan pelanggaran terhadap hak orang lain dan pengingkaran terhadap kewajiban? 
  8. Menurut kalian, apa yang harus dilakukan pemerintah dalam memecahkan persoalan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara?
  9. Carilah berita di media cetak (Kliping Koran), elektronik, atau sumber lain dengan jujur dan cermat tentang peristiwa pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga Negara. Kemudian, berikan komentar atau pendapat kalian terhadap kasus tersebut!  
  10. Pernahkah kalian melalaikan tanggung jawab? Jika pernah, mengapa kalian melalaikan tanggung jawab? Apa saja dampak atau akibat yang ditimbulkan dari perbuatan tersebut? 

Latihan soal tentang Kebersihan Kamar Tamu (Prepare Room For Guest)

Kepada seluruh siswa kelas XII jurusan Akomodasi Perhotelan, untuk mengukur pemahaman materi yang telah dipelajari tentang "Membersihkan kamar tamu (guest room) dan Layanan Housekeeping pada tamu" maka kerjakanlah latihan soal berikut ini, dan dikumpulkan.

SOAL
1. Sebutkan alat–alat manual yang dipersiapkan seorang room attendant sebelum mempersiapkan kamar tamu!.
2. Sebutkan jenis-jenis linen yang dipergunakan pada kamar mandi 
3. Sebutkan bahan pembersih yang digunakan untuk membersihkan kaca
4. Langkah apa yang harus dilakukan sebelum penataan trolley cart
5. Sebutkan langkah-langkah penataan trolley
6. Sebutkan macam-macam status kamar!.
7. Jelaskan prosedur memasuki kamar kosong
8. Apa yang anda lakukan pada saat memasuki kamar , bila tamu tamu tersebut tidak menginginkan kamarnya dibersihkan
9. Apa yang anda lakukan bila terjadi perbedaan status kamar antar hasil frint out dan data sebenarnya
10. Bagaimana bila salah satu ammenities yang seharusnya disediakan bagi tamu tetapi tidak ada pada room attendant trolley.
11. Sebutkan jenis-jenis tempat tidur !
12. Sebutkan bagian-bagian tempat tidur!
13. Langkah apa yang harus dilakukan pada saat striping bed
14. Pada saat anda melakukan striping bed, anda menemukan noda pada salah satu linen tempat tidur. Solusi apa yang anda lakukan
15. Apa yang dimaksud tujuan sistem clock wise pada saat membersihkan kamar!
16. Berapa jumlah standar bath towel di kamar hotel?
17. Mengapa cara mem vacuum lantai dilakukan dari arah sudut terjauh?
18. Apakah yang dimaksud Lost and Found itu?
19. Jenis towel yang ditempatkan disamping bath tub adalah?
20. Apakah yang harus dilakukan oleh room attendant setelah membersihkan kamar?
21. Siapa yang bertanggung jawab membersihkan pantry/Work Station
22. Jelaskan sistem penggudangan
23. Sebutkan sistem penggudangan alat mekanik (Floor Machine dan Vacuum Cleaner)
24. Jika seorang room attendant mengetahui salah satu kamar hotel yang seharusnya dihuni 2 orang pada saat check in, ternyata dihuni 3 orang room tamu, apa yang harus dilakukan oleh room attendant tersebyut?
25. Jika seorang room atendant mengetahui kondisi kamar yang dihuni oleh tamu sheetnya terkena noda tinta, apa yang harus dilakukan oleh room attendant tersebut?
26. Jelaskan tugas dan tanggung jawab order taker ?
27. Jelaskan syarat-syarat petugas order taker
28. Sebutkan jenis-jenis barang yang sering diminta oleh tamu?
29. Jika anda seorang petugas order taker, ada tamu yang meminta pindah kamar karena kamar yang dia tempati kurang dingin AC nya, padahal kamar sedang habis/dalam keadaan penuh semua, Apa yang anda lakukan dengan kasus ini?
30. Jika barang yang diminta atau dipinjam tamu hilang atau dirusakkan oleh tamu. Bagaimana cara penangannya?
31. Berikanlah keterangan pada gambar berikut ini:
Double Bed dan Flower (On Coffee Table/TV Cabinet)
Double Bed dan Flower (On Coffee Table/TV Cabinet)

Layanan Housekeeping untuk Tamu - Penjelasan Lengkap

Yang dibahas dalam sub bab Layanan housekeeping untuk Tamu ini yaitu:
  1. Menjelaskan pengertian order taker.
  2. Menjelaskan tugas dan tanggung jawab order taker
  3. Menjelaskan syarat-syarat petugas order taker
  4. Mengidentifikasi kelengkapan order taker
  5. Menggambarkan denah ruang housekeeping office
  6. Melayani semua jenis layanan housekeeping dengan prosedur yang ada
  7. Mengetahui karakter dan tipe tamu yang datang

1. Pengertian Order Taker
Petugas housekeeping yang menangani pekerjaan dalam hal penanganan tambahan yang berhubungan dengan housekeeping maupun departemen lain yang disampaikan melalui telepon ke bagian housekeeping. Fungsi order taker adalah Untuk memastikan tamu yang menginginkan pelayanan housekeeping yang berhubungan dengan kondisi kamar (tambahan fasilitas maupun kerusakan) dapat segera ditindak lanjuti oleh staf housekeeping dengan efektif. Di dalam mengelola hotel sangat diperlukan sekali bagian-bagian yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang menjadi tugasnya. Diantara bagian yang satu dengan yang lain mempunyai fungsi dan tugas yang berbeda. Tetapi mempunyai keterkaitan di dalam pelaksanaan operasional, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk menentukan tugas dan tanggung jawab maka dibuatlah “job description” bagian order taker.
Layanan house keeping order taker
Layanan House Keeping
2. Deskripsi Jabatan
Jabatan : Order Taker
Departemen Housekeeping
Bertanggung jawab : Houseman Supervisor
Tugas Pokok: Bertanggungjawab terhadap administrasi, operasional Housekeeping dan menerima, mencatat serta memberikan informasi yang dibutuhkan oleh tamu.

3. Uraian tugas:
  1. Membaca log book, functions sheet, expected arrival dan expected departure
  2. Membagikan kunci kepada room boy sesuai dengan sectionnya
  3. Menindaklanjuti informasi-informasi yang diterima dari tamu maupun dari departemen lain seperti: tamu check out, expected departure, expected arrivel dan lain-lain
  4. Mencatat seluruh informasi yang diterima pada log book
  5. Memberikan informasi mengenai status kamar kepada room boy
  6. Bertanggung jawab atas pengeluaran ekstra item untuk tamu
  7. Membuat work order untuk diteruskan kepada engineering sesuai dengan kondisi kerusakan yang dilaporkan room boy
  8. Mengerjakan administrasi dan pembukuan atas pengeluaran item-item dan guest supplies secara detail
  9. Mengontrol penggunaan guest supplies dan pengambilannya ke gudang
  10. Mengorder guest supplies dan item lainnya berasarkan kebutuhan operasional
  11. Mengorder bunga untuk keperluan front office dan sesuai permintaan
  12. Menerima dan menyimpan master key yang diserahkan oleh room boy pada akhir shift
  13. Menyampaikan informasi-informasi penting melalui log book kepada shift berikutnya
  14. Memberikan perhatian khusus kepada tamu VIP long staying guest, house use
  15. Membina hubungan baik dengan departemen lain.


4. Syarat-syarat Petugas Order Taker
Untuk dapat memenuhi harapan tamu selama tinggal di hotel, maka perlunya sikap, perilaku yang professional dari masing - masing karyawan untuk ditingkatkan. Oleh karena itu seorang karyawan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  • Berpengalaman di Public Area
  • Berbengalaman di Room (floor section)
  • Berpengalaman di Outlet-outlet lain
  • Mengusai Produk Knowledge (in/out hotel)
  • Komunikasi (Mampu berbahasa Inggris dan bahasa lainnya, Telephone)
  • Mampu mengoperasikan komputer
  • Administration skill
  • Sikap professional (Profesional appearence) artinya seorang petugas order taker harus mempunyai sikap yang dapat mencerminkan pribadi diri ataupun mewakili perusahaan atau hotel dalam melayani tamu seperti penampilan yang menarik, rapi serta dengan menggunakan uniform kerja dengan bersih dan rapi sesuai dengan yang dipersyaratkan.
  • Ramah (friendliness) artinya seorang karyawan harus selalu melayani tamu dengan penuh keramahan, selalu menyapa tamu dengan menunjukkan sikap yang sangat antusias dalam melayani pembicaraan dengan memandang langsung ke tamu.
  • Sopan santun (courtesy) artinya seorang karyawan benar-benar memperhatikan apa yang diinginkan oleh tamu, serta menghormati tamu secara wajar serta selalu menyebut nama tamu pada saat bertemu untuk menunjukkan bahwa kita selalu memperhatikan tamu setiap saat.
  • Empathy artinya karyawan harus memahami perasaan tamu dalam situasi apapun, tetapi tetap menyelami keadaan tersebut dengan sikap yang tidak ragu-ragu tanpa menunjukkan sikap berlebihan.
  • Tanggung jawab (resposivenes) artinya sebagai karyawan kita harus dapat mengambil tindakan dengan tepat serta mencari jalan ke luar yang tepat untuk kepuasan tamu sebagai rasa tanggung jawab penuh.
  • Fleksibel (flexibility) artinya sebagai karyawan kita akan memperlakukan tamu sebagai pribadi seutuhnya serta ikut memberikan saran dan jalan keluar yang dapat diterima oleh tamu.

Bagaimana memberikan kualitas pelayanan kepada tamu?
  • Membaca keinginan tamu dengan memberikan perhatian penuh tentang apa yang akan disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya.
  • Memilah-milah atau memisahkan apa yang diinginkan oleh tamu tersebut dengan tepat
  • Memecahkan persoalan secara bersama untuk mencari jalan keluar yang baik
  • Memberikan pelayanan yang terbaik kepada tamu sesuai dengan yang diharapkan
  • Menindaklanjuti semua persoalan yang timbul dan memastikan kembali bahwa tamu akan merasa puas dengan pelayanan kita
  • Mengatasi keluhan tamu dengan sikap yang tetap ramah dan membantu
  • Meningkatkan kualitas pelayanan sesuai dengan keinginan tamu tanpa mengurangi standar yang ada.

5. Kelengkapan Order Taker
Dalam rangka memperlancar proses pemberian layanan bagi tamu-tamunya, hotel berupaya semaksimal mungkin melengkapi sarana/prasarana penunjang untuk mempermudah sistem pelayanan. Dengan kata lain hotel sebagai pelaku bisnis, tentunya membutuhkan sarana prasarana yang memadai dan dapat memuaskan dalam melayani semua kebutuhan yang diharapkan, tentunya akan disesuaikan dengan biaya dan kondisi hotel itu sendiri.
Adapun kelengkapan yang harus ada adalah :
• Computer system
• Switboard Telephone
• Telephone
• Hotel Information
• White board/Housekeeping Information
• Order Taker Log book
• Lost & Found Form
• Lost & Found Book
• Work Order
• Pager
• Pest Control Book
• MC Book
• Key Control
• Key Drop

7. Prosedur Penanganan Pelayanan Housekeeping
a. Pengertian Prosedur Penanganan Pelayanan Housekeeping
Penanganan Pelayanan Housekeeping yaitu segala aspek layanan yang dibutuhkan oleh tamu sesuai dengan prosedur yang berlaku dan batas yang telah ditentukan yang terkait dengan karakter dan budaya tamu yang menginap di hotel tersebut. Dengan beragamnya tamu yang memiliki karakter dan budayan yang berbeda-beda maka diperlukan pelayanan yang sangat serius, penanganan memerlukan tenaga yang kompeten sesuai dengan tuntutan perusahaan dan tamu.

Langkah-Langkah Menangani Permintaan Tamu :
  1. Greeting dan tawarkan bantuan.
  2. Dengarkan dengan baik dan konfirmasikan permintaan tamu (bila perlu dicatat) untuk menghindari kesalahan
  3. Beritahukan pada tamu jangka waktu yang diperlukan untuk memenuhi permintaan tersebut.
  4. Segera follow up / laksanakan segera permintaan tamu sesuai dengan jangka waktu yang disepakati.
  5. Laporkan peminjaman ke Housekeeping ( masukkan ke dalam log book & formulir permintaan )
  6. Identifikasi barang yang diminta
  7. Memilih barang
  8. Mengirim barang
  9. Meletakkan & menata barang jika diperlukan sesuai dengan fungsinya
  10. Menjelaskan cara penggunaan/ prosedur pemakaian alat sesuai dengan keamanan dan keselamatan kerja.
  11. Memberitahukan standar batas waktu maksimal pemakaian ( sesuai kesepakatan ) dan akan diambil apabila sudah selesai
  12. Menawarkan bantuan lain bila diperlukan.
  13. Mohon ijin pada tamu apabila sudah selesai melayani permintaan tamu tsb dengan ramah dan sopan.

TIPS
  • Langkah-langkah tersebut dapat bervariasi sesuai dengan prosedur operasi standar disetiap perusahaan
  • Apabila barang yang diminta oleh tamu tidak ada atau tidak diperkenankan di kamar, berilah penjelasan agar tamu dapat mengerti dan menerima alasan.
  • Jangan membuat tamu menunggu terlalu lama
  • Berikan layanan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku di hotel tersebut.


b. Menangani Keperluan Housekeeping
Jenis pelayanan lain yang disediakan oleh housekeeping untuk memenuhi permintaan tamu hanya meliputi jenis barang dan jasa. Jenis pelayanan lain yang disediakan oleh Housekeeping untuk memenuhi permintaan tamu di kamar hotel belum tentu dapat memenuhi seluruh kebutuhan para tamu. Oleh karena itu hotel perlu menyediakan keperluan-keperluan tambahan untuk mengantisipasi kebutuhan tamu tersebut. Adapun untuk dapat memenuhi permintaan tamu, selain perlengkapan yang memadai juga juga dibutuhkan kemampuan seorang karyawan (room attendant ) yang memiliki sikap, pengetahuan & keterampilan yang baik, sehingga ada beberapa hal penting yang harus di ketahui dan pelajari pada pembahasan berikut ini:

1) Cara menangani permintaan
Didalam memberikan pelayanan tambahan tersebut seorang petugas housekeeping dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang maksimal terhadap tamu.Oleh karena itu seorang petugas housekeeping perlu memiliki sikap yang profesional dalam menangani tamu
Untuk memberikan pelayanan yang memuaskan dan menciptakan keakraban antara pihak hotel dengan tamu melalui pemberian pelayanan dengan selalu mengingat / menyebut nama tamu. Sehingga tamu merasa diperlakukan istimewa seperti keluarga sendiri.

2) Menyambut Tamu
Dalam rangka menciptakan dan meningkatkan mutu pelayanan dan citra/image yang baik bagi hotel, tamu mengharapkan pelayanan yang memuaskan (ramah, sopan, cepat dan tepat) dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan.
Keuntungan Bagi tamu :
  • Dengan menyambut / menyapa sambil menyebut nama tamunya, tamu akan merasa diperlakukan istimewa
  • Pelayanan hotel akan berkesan familiar bagi tamu
  • Tamu akan selalu ingat dengan pelayanan yang diberikan hotel tersebut dan menarik tamu untuk datang kembali.

Keuntungan Bagi Hotel:
  • Meningkatkan image yang baik bagi hotel dan karyawan, karena Hotel terkenal dengan cara pelayanannya yang ramah karena selalu menyebut nama tamu bahkan menanyakan kabarnya, pada setiap pelayanan yang diberikan
  • Dengan pelayanan seperti tersebut di atas dapat meningkatkan occupancy hotel, dengan occupancy yang meningkat berarti pendapatan hotel akan ikut meningkat juga.
  • Dengan image yang sudah terbangun dapat dikatakan sebagai sarana promosi gratis dari hotel melalui mulut tamu.


3) Merinci Permintaan Tamu, mendokumentasikan dan mengkonfirmasikan permintaan tamu
Beberapa dokumen untuk mencatat permintaan / peminjaman barang Hotel oleh tamu :
Log Book :
  • Diisi oleh bagian Order taker dan disimpan di Housekeeping
  • Berisi laporan singkat dari tamu / room attendant yang mendapat informasi langsung dari tamu mengenai barang / perlengkapan kamar yang akan dipinjam oleh tamu.

Formulir Permintaan Tamu :
  • Diisi oleh room attendat yang mengantarkan permintaan tamu beserta keterangan/kondisi barang pada saat dikembalikan oleh tamu
  • Disimpan di Housekeeping.

Formulir Peminjaman Barang :
  • Diisi oleh tamu yang meminjam dan petugas yang mengantarkan barang permintaan tamu
  • Ditandatangani oleh kedua belah pihak.

4) Prosedur Pengiriman Barang yang dipinjam oleh tamu
  • Memilih dan memeriksa barang dalam keadaan bersih dan berfungsi baik
  • Mencatat barang dan kepada siapa barang tersebut dikirimkan
  • Kirimkan barang dan atur peletakannya dengan tepat. Beritahukan kepada tamu tentang pemakaiannya, jika diperlukan. Gunakan nama tamu ketika mengirim barang.
  • Kumpulan formulir pinjaman setelah ditandatangani tamu dan tinggalkan lembar salinannya untuk tamu (yang asli)
  • Kembalikan salinan formulir pinjaman tersebut ke kantor Housekeeping (1 lembar untuk arsip, 1 lembar untuk Front Office)
  • Catat ke dalam log book ( untuk barang yang kecil seperti fasilitas untuk kamar mandi hanya perlu dicatat pengantarannya pada log book).

5) Mengatur Perlengkapan untuk Tamu
Beberapa peralatan perlu disiapkan untuk tamu seperti tempat tidur tambahan, tempat tidur bayi, seterika dan meja seterika. Ketika mengirimkan barang, konfirmasikan dengan tamu di mana perlengkapan tersebut ingin diatur peletakannya. Jangan lupa menyebut nama tamu saat berbicara atau pada saat melayani tamu.
a) Tempat tidur beroda / tempat tidur bayi (baby Coat):
  • Letakkan tempat tidur dan buka lipatannya
  • Sesuaikan letak perabotan jika posisinya menyulitkan tamu bergerak dengan aman
  • Siapkan tempat tidur/ tempat tidur bayi sesuai standar yang telah ditentukan

b) Seterika dan Meja seterika :
  • Letakkan meja seterika, buka lipatannya dan atur dengan baik. Pastikan bahwa listrik tersedia di tempat yang diinginkan tamu.
  • Sambungkan seterika pada listrik dan simpan pada tempat yang tepat di meja seterika tersebut.
  • Informasikan pada tamu cara pemakaian seterika dan pengaturannya.


6) Prosedur Mengatur Perlengkapan Untuk Tamu
  • Konfirmasikan melalui telepon dan cari tahu apakah tamu sudah selesai menggunakannya
  • Jika barang tersebut sudah tidak diperlukan lagi, ambil barang dan salinan formulirnya dari tamu
  • Kembalikan barang ke gudang. Periksa apakah barang tersebut masih dalam keadaan baik dan simpan di tempat semestinya.
  • Catat pengembalian barang dalam log book
  • Jika tamu telah keluar atau check out ambil barang dari kamar tamu.


TUGAS
A. Catatlah materi diatas pada buku catatan!
B. Jawablah soal-soal berikut pada kertas lempiran dan dikumpulkan!
  1. Jelaskanlah pengertian order taker!
  2. Jelaskanlah tugas dan tanggung jawab order taker !
  3. Sebutkan dan jelaskan syarat-syarat petugas order taker !
  4. Identifikasi dan jelaskanlah kelengkapan order taker !
  5. Buatlah gambar denah ruang housekeeping office !

Informasi tempat Training bagi Siswa Jurusan Akomodasi Perhotelan SMK T Wira Bhakti Denpasar

On the Job Training dikenal dengan beberapa istilah lain yaitu Prakerin, PSG, PKL, dan Training. Istilah Prakerin adalah singkatan dari Praktek Kerja Industri, PSG merupakan singkatan dari Pendidikan Sistem Ganda dan PKL adalah singkatan dari Praktek Kerja Lapangan. Meskipun memiliki istilah yang berbeda, tetapi pada dasarnya maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah sama. Tujuan dari magang / training / PSG / PKL / Prakerin adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan di bangku sekolah untuk dipraktekan pada dunia kerja yang sesungguhnya. Dengan melaksanakan On the Job Training, peserta didik akan mendapatkan pengalaman lebih yang memberikan ilmu baru yang menjadi pelengkap dari apa yang telah mereka dapatkan di sekolahnya. Dengan praktek langsung di dunia industri, peserta didik dapat menumbuhkan rasa percaya dirinya dan terbiasa untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab.

Dilihat dari tujuan tersebut, maka On the Job Training menjadi program yang wajib diikuti oleh peserta didik sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan. Saat ini SMK Teknologi Wira Bhakti Denpasar telah bekerja sama dengan beberapa hotel untuk menyalurkan siswa untuk program On the Job Training.
Hotel tempat Training
Hotel tempat Training
Berikut ini adalah informasi beberapa hotel di Bali yang menerima siswa magang / training yang telah bekerja sama dengan SMK Teknologi Wira Bhakti Denpasar.

NO
NAMA HOTEL
ALAMAT
1 CANDRA ADIGRAHA HOTEL Jln. Nangka no 37/38 Denpasar
2 HOTEL FRII BALI ECHOBEACH Jl. Munduk Catu No 32 Batu Bolong Canggu
3 PURI MANGO GUEST HOUSE Jln. Danau Toba 15 Pantai Sindu - Sanur Denpasar
4 SWISS-BELHOTEL Jl Danau Tamblingan 99a , Bali , Indonesia
5 PING HOTEL Jln. Camplung Tanduk 888 X, Seminyak, Bali
6 VILA MELATI Jln. Penestanan Sayan Ubud
7 THE SEMINYAK VILLAGE Jln. Beraban 88X, br. Taman Seminyak - Kuta Bali
8 THE YANI HOTEL Jln. By Pass Ngurah Rai No: 660 DPS
9 ALILA VILLAS ULUWATU Jl. Belimbing Sari, Banjar Tambiyak, Desa Pecatu, Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali
10 HOTEL LUSA Jl. Pantai Kuta - Gg. Benesari. Kuta - Bali
11 SANUR INDAH HOTEL Jalan Danau Buyan No. 29, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali
12 Golden Tulip Essential Hotel Jl. Gatot Subroto Barat No.101, Padangsambian Kaja, Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali
13 HOTEL PATRISIA Jl. By Pass Ngurah Rai No.41, Sanur, Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali
14 INNA EIGHT LIFE STYLE Jl. Teuku Umar 175 - 179 Denpasar - Bali 80113
15 SANTOSA CITY HOTEL Jl. Patih Jelantik No.8, Dauh Puri Klod, Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali
16 CATUR ADI PUTRA HOTEL Jln. Bukit Tunggal No. 35
17 TRIO HOTEL Jln Hayam Wuruk
18 HOTEL PURI KEDATON Jln. Hayam Wuruk No. 30 Dps
19 MASAINN HOTEL Jln. Popis
20 THE ALEA SEMINYAK Jln. Cendrawasih No. 78
21 SEASIDE SUITE BALI Jln. Double Six, Kuta - Bali
22 Alkysa Hotel Jln. Soputan

Selama pelaksanaan prakerin / training, peserta didik tetap melakukan kegiatan pembelajaran melalui Modul dan tugas-tugas yang diberikan secara langsung ataupun online.