SANDYWARMAN.COM adalah sebuah situs web yang dibuat untuk tujuan berbagi ilmu tentang bahan ajar produktif akomodasi perhotelan, akuntansi, dan berbagai tips dalam membangun sebuah web. Mari saling berbagi ilmu untuk kemajuan kita bersama.

input Data Alumni Skawibha

Rabu, 21 Januari 2015

Pembelajaran 3 Berbagai Karakter dan Jenis Wisatawan Domestik dan Mancanegara - Modul Pengantar Pariwisata kelas XI

Berbagai Karakter dan Jenis Wisatawan Domestik dan Mancanegara

Uraian Modul

1. Jenis dan Karakter Wisatawan Domestik dan Mancanegara
1.1. Pengertian wisatawan
        Cukup menarik mengamati jenis dan karakter wisatawan domestik. Wisatawan merupakan orang yang melakukan kegiatan wisata, atau orang yang bepergian ke suatu tempat dengan tujuan untuk berwisata, melihat daerah lain, menikmati sesuatu, mempelajari sesuatu, menambah ilmu pengetahuan, dan juga menambah pengalaman, atau melepas penat, serta bersenang-senang. Wisatawan juga sering disebut dengan turis (tourist). Tujuan wisatawan ketika melakukan aktivitas wisata bermacam-macam, seperti wisatawan yang ingin mengenal kebudayaan, ada yang dilakukan dalam rangka kunjungan kerja, ada yang dilakukan untuk melakukan penelitian di objek wisata tertentu. Objek wisata yang dipilih para wisatawan pun beragam.

1.2. Jenis Wisatawan
        Ada dua macam atau jenis wisatawan, yaitu wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik atau nusantara. Wisatawan mancanegara merupakan wisatawan yang berasal dari luar negeri, atau orang yang berekreasi ke negara lain. Wisatawan Domestik atau wisatawan nusantara merupakan wisatawan yang berwisata ke tempat lain, tetapi masih berada di wilayah negaranya sendiri. Menurut G.A. Schmoll, wisatawan merupakan individu atau kelompok individu yang merencanakan kemampuan daya beli yang dimilikinya untuk melakukan perjalanan dengan tujuan rekreasi dan liburan.
        Adanya ketertarikan dan mempunyai motivasi tertentu dari perjalanan, mendapatkan pengalaman perjalanan, adanya keinginan untuk menambah wawasan lain, dan tertarik dengan pelayanan yang diberikan suatu daerah tujuan wisata yang memiliki kemampuan menarik minat pengunjung atau wisatawan. Berdasarkan sifat perjalanan dan ruang lingkup perjalanan, wisatawan bisa dibagi, seperti wisatawan asing atau foreign tourist, merupakan wisatawan asing yang melakukan perjalanan-perjalanan wisata yang datang ke negara lain dari negara asalnya. Wisatawan asing domestik atau foreign domestic tourist merupakan wisatawan asing yang tinggal di suatu negara yang melakukan perjalanan-perjalanan wisata di suatu wilayah negara dimana ia tinggal. Wisatawan domestik asing atau indigenous tourist merupakan warga suatu negara tertentu, yang bertugas ke luar negeri, lalu pulang ke negara asalnya, dan melakukan perjalanan wisata di wilayah negara asal yang asli.
        Wisatawan transit atau transit tourist adalah wisatawan yang ketika melakukan perjalanan wisata ke suatu negara tertentu terpaksa harus mampir atau datang ke suatu negara tetapi bukan karena kemampuannya sendiri. Selanjutnya wisatawan bisnis atau bussinness tourist adalah orang atau masyarakat, orang asing atau warga negara sendiri yang melakukan perjalanan, tetapi tidak bertujuan untuk wisata, tetapi melakukan perjalanan wisata setelah semua tujuan atau pekerjaannya yang utama telah selesai dikerjakan.
         Wisatawan domestik atau nusantara merupakan wisatawan dalam negeri, dan bukan wisatawan yang berasal dari negara lain. Wisatawan domestik melakukan perjalanan wisata dan rekreasi ke bagian atau wilayah yang lain di negaranya untuk mengetahui sesuatu yang berbeda dari lingkungann yang ada disekitarnya. Tujuan wisatawan domestik berwisata di dalam negeri, yaitu ingin mengobati rasa penasaran pada tempat yang ia yakini atau anggap sangat menakjubkan dan menyenangkan. Di Indonesia, cukup banyak wisatawan domestik yang melakukan perjalanan wisata untuk melepas lelah dan penat karena kesibukan pekerjaan atau sekolah mereka setiap hari.

1.3. Karakter Wisatawan
1.3.1.  Konsep dasar karakteristik wisatawan
            adanya gambaran tentang wisatawan biasanya dibedakan berdasarkan karakteristik perjalanannya atau trip descriptor dan karakteristik wisatawannya atau tourist descriptor.
1) Trip descriptor
         Wisatawan dalam trip descriptor bisa dibagi ke dalam berbagai kelompok berdasarkan jenis pejalanan yang dilakukan. Pada umumnya, jenis perjalanan dibedakan menjadi perjalanan rekreasi, mengunjungi teman atau keluarga, VFR atau Visiting friends and relatives, perjalanan bisnis dan kelompok perjalanan yang lain. Selain itu, bisa juga dengan menambah jenis perjalanan yang digunakan untuk kesehatan dan keagamaan tetapi diluar kelompok lain. Selanjutnya, jenis-jenis perjalanan ini juga bisa dibedakan berdasarkan lama perjalanan tau jarak yang ditempuh, waktu melakukan perjalanan tersebut, jenis akomodasi, alat transportasi yang digunakan dalam perjalanan, pengorganisasian perjalanan, dan besar pengeluaran yang dikeluarkan untuk berwisata.
2) Tourist descriptor
            tourist descriptor merupakan karakter yang memfokuskan pada wisatawannya, biasanya digambarkan dengan "who, wants, what, why, when, where, and how much?" Agar bisa menjelaskan hal-hal tersebut, bisa menggunakan beberapa karakteristik, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Karakteristik sosio-demografis : merupakan karakter yang digunakan untuk mencoba menjawab pertanyaan who, wants, dan what. Pembagian pertanyaan itu berdasar pada karakteristik yang paling sering dilakukan untuk kepentingan analisis pariwisata, perencanaan, dan pemasaran, karena hal itu sudah sangat jelas definisinya dan relatif mudah pembagiannya. Yang termasuk dalam karakteristik sosio-demografis diantaranya adalah jenis kelamin, umur, status perkawinan, tingkat pendidikan, pekerjaan, kelas sosial, ukuran keluarga, dan jumlah anggota keluarga yang dielaborasi dari karakteristik tersebut. Karakteristik sosio-demografis juga mempunyai kaitan satu dengan yang lain secara tidak langsung. Contohnya seperti tingkat pendidikan  seseorang dengan pekerjaan dan tingkat pendapatannya, serta usia dalam status perkawinan dan ukuran keluarga. Pembagian wisatawan yang berdasar pada karakteristik sosio-demografis ini memang paling nyata dan berkaitan dengan pola wisata yang mereka lakukan. Jenis kelamin dan kelompok umur, yang mempunyai kaitan dengan berbagai pilihan dan jenis wisata yang dilakukan. Jenis pekerjaan pada seseorang dan tipe keluarga, jelas akan berpengaruh pada waktu luang yang dimiliki orang tersebut, lebih lanjut, pada kemampuan wisatanya. Selain karakteristik sosio-demografis, karakteristik lain yang bisa digunakan dalam mengelompokan wisatawan, yaitu karakteristik geografis, psikografis, dan tingkah laku atau behavior.
  2. karakteristik geografis : Karakteristik geografis bisa membagi wisatawan berdasar pada lokasi tempat tinggalnya, biasanya hal itu dibedakan menjadi desa, kota, dan provinsi, atau dari negara asalnya. Pembagian yang seperti ini, bisa saja berlanjut juga dan dapat dikelompokan berdasar ukuran atau size kota tempat tinggal atau kota kecil, menengah, besar atau metropolitan, kepadatan dan penduduk di kota.
  3. Karakteristik psikografis : Karakteristik psikografis bisa membagi wisatawan ke dalam kelompok-kelompok yang berdasar pada kelas sosial, life style, dan karakteristik personal. Wisatawan pada kelompok demografis yang sama, bisa saja mempunyai profil psikografis yang cukup berbeda. Beragamnya karakteristik dan latar belakang dari wisatawan itu yang menyebabkan macam-macam keinginan, dan kebutuhan mereka pada suatu produk wisata. Pengelompokan-pengelompokan pada wisatawan, bisa memberi informasi mengenai alasan pada tiap kelompok yang mengunjungi objek wisata yang berbeda, seberapa besar ukuran kelompok tersebut, pola pengeluaran setiap kelompok, dan kesetiaannya terhadap produk wisata tertentu, adanya sensitivitas pada mereka, adanya perubahan harga produk wisata, hingga respons kelompok kepada berbagai bentuk iklan produk wisata. Selanjutnya, pengetahuan mengenai wisatawan diperlukan dalam merencanakan suatu produk wisata yang digunakan dan sesuai dengan keinginan kelompok pasar tertentu, termasuk melakukan dan merencanakan strategi pemasaran yang pas untuk kelompok pada pasar tersebut.
1.3.2. Karakter Wisatawan Domestik Indonesia
               Karakter wisatawan domestik ternyata cukup berbeda jauh dengan tourist asing. Ciri-ciri yang bisa kita lihat dari beberapa tingkah laku pada objek wisata dan selera kepada pemilihan objek wisata. Pada pelaku bisnis yang terjun di sektor wisata dan hospitality, harus bisa mengenal semua karakter pada wisatawan yang datang dari mana saja. Hal itu bertujuan untuk menempatkan pada standar servis yang baik untuk pelanggannya. Beberapa karakter dan kebiasaan-kebiasaan wisatawan domestik Indonesia, yaitu sebagai berikut:
  1. Royal atau gemar belanja : wisatawan Indonesia memang dikenal sangat royal mengeluarkan uang ketika sedang melakukan perjalanan wisata. Ketika mereka pergi melakukan perjalanan wisata, wisatawan Indonesia selalu menyempatkan diri untuk berbelanja suvenir atau barang-barang yang menarik bagi mereka. Mereka mempunyai alasan, bahwa membeli oleh-oleh atau cendera mata cukup banyak bisa bermanfaat dan dibagi-bagikan kepada saudara dan tetangganya yang ditempat asalnya. Wisatawan Indonesia juga cenderung mau dan bisa merepotkan diri dengan barang-barangnya belanjaannya yang banyak. Tidak jarang pula ketika transit di bandara, barang bawaannya sampai over limit, dan hal itu mengakibatkan bisa terkena tambahan biaya. Wisatawan asing juga cukup betah berlama-lama di tempat wisata, sambil menggali informasi tentang sejarah dan asal usul dari objek wisata tersebut kepada pemandu wisata. Selanjutnya menjelang kepulangannya ke negara asalnya, wisatawan asing baru berbelanja suvenir, dan biasanya, barang belanjaannya itu tidak dibawa pulang bersama, melainkan dipaketkan melalui kantor pos atau perusahaan ekspedisi swasta. pada intinya, wisatawan asing lebih mengutamakan kepraktisan dan kenyamanan selama melakukan perjalanan wisata yang jauh di luar rumahnya.
  2. Suka tour rombongan : Kebiasaan wisatawan domestik yang lain adalah menyukai kegiatan bepergian secara bersama dengan teman-teman pergaulan atau satu keluarga besar ikut semua. Mereka menyewa bus pariwisata atau mobil rental. Dengan tujuan agara biayanya lebih irit.
  3. Lebih menyukai tempat populer.
  4. Jarak tempat wisata dari rumah juga tidak begitu jauh.
Beberapa karakter yang demikian, biasa dimasukan dalam kategori wisatawan konsevatif, dia menyukai tempat-tempat yang sudah mapan dan terkenal. Merekat kurang begitu suka dengan hal-hal yang sifatnya baru dan belum direkomedasikan dari pihak lain. Mereka tidak begitu suka hal-hal yang bersifat spekulatif dan tidak menentu.

2. Menyusun Rencana Promosi Objek Wisata berdasarkan Jenis dan Karakteristik Wisatawan
           Strategi promosi objek wisata alam dalam dunia kepariwisataan sering dilakukan. Promosi banyak digunakan sebagai alat untuk memperkenalkan produk-produk pariwisata, seperti objek wisata, produk unggulan, dan segala potensi wisata yang ada di suatu kawasan wisata.
              Di desa wisata Kertalangu, letaknya tidak jauh dari kota Denpasar, tepatnya di By Pass Sanur, daerah kesiman. Desa Kertalangu ini sebenarnya merupakan suatu kawasan persawahan, tetapi menjadi sedikit berbeda, karena disana dibangun jogging track yang melingkar dan dipakai sebagai areal untuk jogging atau sekedar jalan santai dengan menikmati pemandangan sawah. Ide seperti asalnya dari seorang pengusaha lokal yang jenius. Sebenarnya, desa wisata Kertalangu memang sudah cukup lama dirintis, dan sudah lumayan terkenal di kalangan masyarakat Denpasar, terutama yang punya hobi jalan-jalan. Ini bisa menjadi alternatif liburan yang murah dan meriah serta tidak jauh dari kota. Apalagi sambil berolahraga dan menghirup udara segar yang bebas polusi. Hal itu terbukti karena tempat ini cukup ramai setiap pagi dan sore, teutama pada akhir pekan atau hari libut.
              Untuk bisa masuk kawasan ini, juga tidak perlu membayar tiket, cukup dengan membayar parkir. Jogging atau olahraga disini cukup menyenangkan. Bagi mereka orang yang ada di kota yang tidak terbiasa dengan persawahan, atau bagi mereka yang dulunya orang desa dan ingin bernostalgia dengan masa kecilnya dengan bermain di sawah. Dari sini kita melihat aktivitas para petani yang bekerja di sawah. Desa Wisata ini, selain terdapat jogging track, di areal persawahan juga tersedia beberapa Gazebo yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai atau sekedar beristirahat, setelah lelah berolahraga. Apabila anda suka dengan kegiatan memancing, di sana juga ada kolam ikan. Pengunjung bisa meminjam atau menyewa alat pancing dan nantinya akan bisa membayar sesuai dengan berat ikan yang dipancing untuk dibawa pulang. Yang paling seru tentu saja wisata kuliner yang ada disana. Walaupun belum banyak, tetapi jajanan dan makanan yang ditawarkan penjual, di sekitar desa wisata ini cukup banyak. Di sana kita menemukan beraneka makanan yang digunakan untuk sarapan pagi dan aneka jajanan khas Bali. Untuk mereka yang ingin pijat refleksi, spa atau kegiatan salon lengkap ada di sini. jalan-jalan pagi semakin seru, apabila kita berwisata ke kertalangu, apalagi bersama teman-teman. Wisatawan yang mengunjungi desa wisata ini asalnya dari beberapa kalangan, wisatawan domestik, dan wisatawan mancanegara, dengan berbagai tujuan dan motivasi yang berbeda.

Karakteristik dan jenis wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Kertalangu berdasarkan asal daerah.
Tabel 1
No.Asal WisatawanJumlahPersentase (%)1.Nusantara1190%2.Mancanegara110%Total12100%Sumber : Penelitian mahasiswa laporan studi visit

Berdasarkan data dari tabel 1, bisa diketahui dari 12 responden bahwa wisatawan yang dominan mengunjungi desa wisata Kertalangu asalnya dari nusantara dengan jumlah pengunjung sebanyak 11 orang dan persentasenya sebesar 90% dan mancanegara sebanyak 1 orang dengan jumlah persentase 10%.

Karakteristik wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Kertalangu berdasarkan pekerjaan.
Tabel 2
No.PekerjaanJumlahPersentase (%)1.Pelajar/mahasiswa320%2.Pegawai Negeri210%3.Pegawai Swasta770%Total12100%

Berdasarkan data dari 12 responden, bisa diketahui bahwa pekerjaan wisatawan dominan berkunjung ke desa Kertalangu merupakan Pegawai Swasta dengan jumlah wisatawan sebanyak 7 orang dengan persentase 70%.

Potensi objek desa wisata Kertalangu, antara lain:
1. Aksesibilitas
Akses atau jalur desa wisata Kertalangu sangat bagus karena dekat dengan pusat kota Denpasar, dan bisa diakses menggunakan motor dan mobil.
2. Atraksi Wisata
Atraksi wisata bisa dimaksudkan dengan segala sesuatu yang menjadi daya tarik bagi orang untuk mengunjungi suatu daerah tertentu. Ada atraksi yang menjadi daya tarik pada desa wisata Kertalangu ini, seperti memancing, out bound, jogging track, dan pameran bunga anggrek.
3. Amenities atau Fasilitas
Amenities yang ada seperti sarana dan prasarana yang ada di desa wisata Kertalangu, seperti restoran, gazebo, spa, dan salon. Selain itu juga ada tempat memancing, parkir, dan penginapan.

Di desa wisata Kertalangu sudah sangat baik mulai dari fasilitas, berbagai aktivitas yang ditawarkan, lokasi yang strategis, daya tarik yang unik, dan beberapa hal menarik, tetapi juga perlu diperhatikan adalah kebersihan dan keamanan yang bisa digunakan untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Promosi yang dilakukan harus terus digencarkan, karena desa wisata kertalangu ini masih menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang baru dan belum banyak diketahui oleh masyarakat, baik masyarakat Nusantara atau mancanegara.

RANGKUMAN MODUL
1. Karakter wisatawan bisa dibagi menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut:
Trip descriptor
Tourist descriptor
2. Karakter tourist descriptor bisa menggunakan beberapa karakteristik, diantaranya adalah sebagai berikut:
Karakteristik sosio-demografis
Karakteristik geografis
Karakteristik psikografis
3. Karakter wisatawan domestik Indonesia, antara lain:
Royal atau gemar belanja
Suka tour rombongan
Lebih menyukai tempat yang populer
Jarak tempat wisata dari rumah juga tidak begitu jauh
4. Potensi objek wisata desa Kertalangu, antara lain:\
Aksesibilitas
Atraksi wisata
Amenities atau fasilitas
5. Wisatawan domestik yang berwisata di objek wisata Desa Kertalangu sebagaian besar bekerja sebagai pegawai swasta.

EVALUASI
A. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Menurut anda, bagaimanakah kriteria dari wisatawan domestik?
2. Sebutkan dua jenis wisatawan!
3. Jelaskan tentang wisatawan mancanegara!
4. Uraikan tentang wisatawan domestik!
5. Apa yang dimaksud dengan wisatawan menurut G.A. Schmool?
6. Apa yang harus diakukan agar objek wisata di suatu daerah bisa dikenal?
7. Jelaskan tentang wisata religi!
8. Promosi banyak digunakan untuk apa dalam dunia pariwisata?
9. Mengapa promosi wisata di desa wisata Kertalangu harus sering dilakukan?
10. Atraksi apa saja yang ada pada desa wisata Kertalangu untuk menarit minat wisatawan untuk datang ke desa?

B. Kerjakan tugas berikut secara mandiri !
1. Amati dan telitilah jenis karakter wisatawan yang sering datang ke objek wisata di daerah anda!
2. Buatlah laporan singkat mengenai jenis, karakter wisatawan yang datang, dan jenis wisata apa yang mereka sukai?

1 komentar:

  1. data presentase polarisasi kunjungan winus ke luan negeri berdasakan faktor geo grafi kok nggk ada Gan

    BalasHapus

Hai Sob, berikan komentarmu dengan sopan n NO SPAM.
Dilarang membuat komentar yang sama pada artikel yang berbeda, karena dianggap sebagai SPAM maka akan dihapus. Trims