SANDYWARMAN.COM adalah sebuah situs web yang dibuat untuk tujuan berbagi ilmu tentang bahan ajar produktif akomodasi perhotelan, akuntansi, dan berbagai tips dalam membangun sebuah web. Mari saling berbagi ilmu untuk kemajuan kita bersama.

input Data Alumni Skawibha

Jumat, 20 Februari 2015

Kegiatan Belajar 3: Pentingnya Keselamatan Kerja

pentingnya keselamatan kerja
pentingnya keselamatan kerja
a. Tujuan Pembelajaran

Setelah selesai mempelajari materi pada kegiatan belajar 3, peserta didik mampu:

1. Mengidentifikasi pengertian keselamatan kerja
2. Mendeskripsikan prinsip-prinsip keselamatan kerja
3. Menjelaskan manfaat keselamatan kerja di setiap aktifitas
4. Mengidentifikasi pentingnya keselamatan kerja
5. Merancang kegiatan penerapan keselamatan kerja di tempat kerja

b. Uraian Materi

Dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yaitu: perilaku yang tidak aman dan kondisi lingkungan yang tidak aman, berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman sebagai berikut:

1.  Sembrono dan tidak hati – hati
2.  Tidak mematuhi peraturan
3.  Tidak mengikuti standar prosedur kerja.
4.  Tidak memakai alat pelindung diri
5.  Kondisi badan yang lemah

Persentase penyebab kecelakaan kerja yaitu 3% dikarenakan sebab yang tidak bisa dihindarkan (seperti bencana alam), selain itu 24% dikarenakan lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat, dan
73% dikarenakan perilaku yang tidak aman. Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima
perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas.


Pengertian Keselamatan

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (W.J.S Poerwadarminta):

  • Selamat: Terhindar dari bahaya, tidak mendapat gangguan, sehat tidak kurang suatu apapun.
  • Keselamatan: Keadaan/ perihal Terhindar dari bahaya, tidak mendapat gangguan, sehat tidak kurang suatu apapun.
  • Keselamatan dalam melaksanakan pekerjaan   sesuai dengan Standar Operasional Prosedur 
  • Keselamatan  dalam  menangani  bahaya  atau  resiko  sesuai  dengan Standar Operasional Prosedur
  • Keselamatan dalam menggunakan peralatan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur

Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja
Adapanun yang menjadi tujuan keselamatan dan kesehatan kerja  adalah Melindungi kesehatan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi kerja, mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit.

Manfaat keselamatan dan kesehatan kerja adalah:
1. Mengantisipasi  keberadaan  faktor  penyebab  bahaya  dan  melakukan pencegahan sebelumnya.
2. Memahami jenis-jenis bahaya yang ada di tempat kerja
3. Mengevaluasi tingkat bahaya di tempat kerja

4. Mengendalikan terjadinya bahaya atau komplikasi. 


Faktor penyebab berbahaya yang sering ditemui adalah:
  1. Bahaya jenis kimia: terhirup atau terjadinya kontak antara kulit dengan cairan  metal, cairan non-metal, hidrokarbon dan abu, gas, uap steam, asap dan   embun yang beracun.
  2. Bahaya  jenis  fisika:  lingkungan  yang  bertemperatur  panas  dingin, lingkungan yang beradiasi pengion dan non pengion, bising, vibrasi dan tekanan udara yang tidak normal.
  3. Bahaya yang  mengancam manusia dikarenakan jenis proyek: pencahayaan dan penerangan yang kurang, bahaya dari pengangkutan, dan bahaya yang   ditimbulkan oleh peralatan.

Cara pengendalian ancaman bahaya kesehatan kerja adalah:
  1. Pengendalian teknik: mengganti prosedur kerja, menutup mengisolasi bahan berbahaya, menggunakan otomatisasi pekerjaan, menggunakan cara kerja basah dan ventilasi pergantian udara.
  2. Pengendalian  administrasi:  mengurangi  waktu  pajanan,  menyusun peraturan   keselamatan   dan   kesehatan,   memakai   alat   pelindung, memasang tanda-tanda peringatan, membuat daftar data bahan-bahan yang aman, melakukan pelatihan   sistem penanganan darurat.
  3. Pemantauan kesehatan: melakukan pemeriksaan kesehatan
Mengapa  diperlukan  adanya  pendidikan  keselamatan  dan  kesehatan kerja?

Menurut H. W. Heinrich, penyebab kecelakaan kerja yang sering ditemui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88%, kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%, atau kedua hal tersebut di atas terjadi secara bersamaan. Oleh karena itu, pelaksanaan pelatihan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dapat mencegah perilaku yang tidak aman dan memperbaiki kondisi lingkungan yang tidak aman.

0 komentar:

Posting Komentar

Hai Sob, berikan komentarmu dengan sopan n NO SPAM.
Dilarang membuat komentar yang sama pada artikel yang berbeda, karena dianggap sebagai SPAM maka akan dihapus. Trims