SANDYWARMAN.COM adalah sebuah situs web yang dibuat untuk tujuan berbagi ilmu tentang bahan ajar produktif akomodasi perhotelan, akuntansi, dan berbagai tips dalam membangun sebuah web. Mari saling berbagi ilmu untuk kemajuan kita bersama.

input Data Alumni Skawibha

Kamis, 27 Agustus 2015

Uraian lengkap Komunikasi verbal dan non verbal - Materi Public Relations

3.18. Mendeskripsikan komunikasi verbal dan non verbal
Komunikasi secara ilmiah merupakan proses penyampaian pesan atau informasi dari pengirim (komunikator) kepada penerima (komunikan) dengan menggunakan simbol atau lambang tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung (menggunakan media) untuk mendapatkan umpanbalik (feedback). Komponen-komponen dan proses komunikasi dapat dilihat dari bagan dibawah ini: 

Gambar 1: The relationship between the sender, message, receiver and feedback
Gambar 1: The relationship between the sender, message, receiver and feedback
Dalam membangun komunikasi yang efektif, seseorang perlu memahami dua bentuk komunikasi yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal.

1. Komunikasi Verbal 
Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang menggunakan kata-kata baik lisan maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak digunakan dalam hubungan antar manusia. Seseorang mengungkapkan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan dan maksud, selain itu juga menyampaikan fakta, data dan informasi serta menjelaskannya. Unsur penting dalam komunikasi verbal adalah : 
  • Bahasa, pada dasarnya bahasa adalah suatu sistem lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Lambang bahasa yang digunakan adalah bahasa verbal lisan, tulisan atau elektronik. Dalam menciptakan komunikasi yang efektif, ada tiga fungsi bahasa yaitu (1) untuk mempelajari tentang dunia sekeliling kita, (2) untuk membina hubungan yang baik di antara sesama manusia, (3) untuk menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia. 
  • Kata, ini merupakan unit lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah lambang yang melambangkan orang, benda, kejadian, atau keadaan. 
2. Komunikasi Nonverbal
Studi yang dilakukan Albert Mahrabian menyatakan bahwa tingkat kepercayaan dari pembicaraan orang hanya 7% berasal dari bahasa verbal, 38% dari vocal suara dan 55% dari ekspresi muka. 
Komunikasi nonverbal
Komunikasi nonverbal
Komunikasi nonverbal itu sendiri adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk nonverbal, tanpa kata-kata. 

Beberapa kategori komunikasi nonverbal yaitu:
  1. Pribadi (pada individu), contonya kebiasaan seseorang yang mengedipkan mata ketika merasa gugup, batuk ketika akan mulai berbicara.
  2. Budaya – kebiasaan pada sekelompok masyarakat atau orang, misalnya orang Jepan membungkukkan badan ketika bertemu orang lain
  3. Profesional – kebiasan orang pada profesi tertentu, misalnya kebiasaan seorang yang bekerja dilevel atas di hotel yang memiliki standar tinggi dalam berpakaian meskipun tidak sedang bekerja.
  4. Kebenaran umum – kebiasaan hampir seluruh manusia dunia, misalnya kebiasaan orang mengangguk sebgai tanda setuju, menggeleng sebagai tanda tidak setuju, mengeluarkan air mata ketika sedih, tertawa ketika bahagia.
  5. Random – tidak mengubah pesan, misalnya ketika seseorang berbicara kemudian ia bersin maka ini tidak mengubah pesan, hanya sebagai tanda bahwa orang tersebut sedang flu atau sakit.
Aspek-aspek dalam komunikasi non verbal adalah: 
a. Environment, (lingkungan) 
b. Personal presentation (performa seseorang) 
c. Artifacts (benda-benda tertentu) 
d. Vocal qualities (Kualitas suara) 
e. Body language (bahasa tubuh) 
f. Personal space (jarak antar pesonal) 
g. Touching behaviour (prilaku menyentuh) 

Mark L.Knapp (dalam Jalaludin, 1994), menyebutkan lima fungsi pesan nonverbal yang dihubungkan dengan pesan verbal yaitu; 
  1. Repetisi, yaitu mengulang gagasan yang telah disampaikan secara verbal. Misalnya mengangguk setelah bilang “ya” 
  2. Substitusi,yaitu menggantikan lambang-lambang verbal. Misalnya tanpa sepatah kata, kita mengelengkan kepala, tanda tidak setuju
  3. Kontradiksi, yaitu menolak pesan verbal atau memberi makna lain terhadap pesan verbal, contohnya memuji dengan mencibirkan bibir, seraya berkata “anda benar-benar hebat”. 
  4. Komplemen, yaitu melengkapi dan memperkaya makna pesan non verbal. Misalnya airmuka anda menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata-kata. 
  5. Assentuasi,yaitu menegaskan pesan verbal atau menggaris bawahi, misalnya, anda mengungkapkan betapa jengkelnya anda dengan memukul meja.
Dale G. Leathers dalam Nonverbal Communication System menyebutkan enam alasan mengapa pesan verbal sangat signifikan, yaitu; 
  1. Faktor-faktor nonverbal sangat menentukan makna dalam komunikasi interpersonal 
  2. Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan nonverbal ketimbang pesan verbal 
  3. Pesan non verbal menyampaikan makna dan maksud yang relatif bebas dari penipuan, distrosi dan kerancuan. Pesan nonverbal jarang bisa diatur oleh komunikator secara sadar 
  4. Pesan nonverbal mempunyai fungsi metakomunikatif yang sangat diperlukan untuk mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi. Fungsi metakomunikatif berarti memberikan informasi tambahan yang memperjelas maksud atau makan pesan. 
  5. Pesan non verbal merupakan cara komunikasi yang lebih efisien dibandingkan dengan pesan verbal. 
  6. Pesan nonverbal merupakan sarana sugesti yang paling tepat. Sugesti disini dimaksudkan menyarankan sesuatu kepada orang lain secara implisit (tersirat). 
Demikianlah materi tentang definisi dari komunikasi Verbal dan non verbal. Secara umum dapat diartikan bahwa, komunikasi non verbal memiliki peranan penting dalam meyakinkan seseorang yang diajak untuk berbicara.

0 komentar:

Posting Komentar

Hai Sob, berikan komentarmu dengan sopan n NO SPAM.
Dilarang membuat komentar yang sama pada artikel yang berbeda, karena dianggap sebagai SPAM maka akan dihapus. Trims