SANDYWARMAN.COM adalah sebuah situs web yang dibuat untuk tujuan berbagi ilmu tentang bahan ajar produktif akomodasi perhotelan, akuntansi, dan berbagai tips dalam membangun sebuah web. Mari saling berbagi ilmu untuk kemajuan kita bersama.

input Data Alumni Skawibha

Minggu, 25 Oktober 2015

Bentuk dan Makna Upacara Pekambuhan 42 hari

Upacara Hindu, sandywarman.com - Manusa yadnya adalah salah bagian dari panca yadnya. Manusa yadnya berarti korban suci yang tulus ikhlas tanpa pamrih yang dilakukan pada sesama manusia. Pelaksanaan manusa yadnya yang dilakukan di Bali disebut dengan sarira samskara yang artinya peningkatan kwalitas diri melalui upacara yadnya dengan menggunakan sarana banten (upakara). Pelaksanaan upacara manusa yadnya dimulai sejak bayi masih berada di dalam kandungan sampai upacara pernikahan. Salah satu upacara manusa yadnya yang dilakukan pada anak-anak adalah upacara yang dilakukan pada bayi yang berusia 42 hari. Upacara ini disebut dengan nama upacara pekambuhan.

Segala upacara yadnya yang dilakukan oleh umat hindu khususnya yang ada di Bali memiliki makna tertentu menuju kebaikan. Nah untuk bisa lebih memahaminya, maka disini akan dijelaskan tentang bentuk dan makna upacara pekambuhan bagi bayi yang berusia 42 hari.

Pada upacara ini memerlukan beberapa perangkat upacara sebagai berikut:
- Memakai pelepah kelapa yang berlubang (papah bolong). Penggunaan pelepah kelapa yang berlubang ini adalah sebagai bukti simbol pengikut si bayi lahir yang disebut bajang papah, bajang bukal, sebanyak 108 bajang supaya keluar dari diri si bayi.
- Memakai dua ekor ayam yang masih hidup. Penggunaan ayam ini merupakan simbol dari bajang colongan. Pada upacara ini si jabang bayi pergelangan tangannya diikatkan benang hitam. Penggunaan benang hitam ini merupakan simbol bahwa si bayi masih dalam status pengaruh kekuatan Bhuta (Asuri sampad) atau juga disebut sebel kandelan (cuntaka).
- Memakai perangkat sebuah batu hitam kecil diberi kain hitam, telur itik diberi kain putih, pusuh pisang diisi kain merah dan buah blego/ mentimun diisi kain kuning, semua itu adalah merupakan personifikasi dari saudara si bayi yang diajak lahir. Saudara-saudara yang diajak lahir oleh si bayi disebut dengan Sang Catur Sanak.

Demikianlah bentuk dan makna dari pelaksanaan upacara pekambuhan, yang patut untuk dilakukan agar si bayi selalu mendapatkan keselamatan dan menghilangkan segala pengaruh negatif yang mungkin dibawa oleh sibayi sejak lahir.

0 komentar:

Posting Komentar

Hai Sob, berikan komentarmu dengan sopan n NO SPAM.
Dilarang membuat komentar yang sama pada artikel yang berbeda, karena dianggap sebagai SPAM maka akan dihapus. Trims