Home » , , » Fungsi, Waktu dan Etika Kerja Departemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Fungsi, Waktu dan Etika Kerja Departemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Advertisement
Selamat datang di Sandywarman.com, kali ini saya akan membagikan materi tentang Fungsi, Waktu dan Etika Kerja Departemen Sumber Daya Manusia (SDM). Setiap perusahaan ataupun usaha jasa perhotelan tentu ditunjang oleh sumber daya manusia tenaga kerjanya yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau Hotel. Nah penentuan tenaga kerja, terdapat satu departemen di hotel yang bertanggung jawab atas recruitmen atau pengadaan tenaga kerja yaitu Departemen Sumber Daya Manusia (SDM). Tentunya departemen ini memiliki fungsi, waktu dan etika kerja yang harus dilaksanakan agar perusahaan / usaha jasa perhotelan dapat berjalan sesuai harapan.

a. Fungsi Departemen SDM

Industri Perhotelan merupakan industri jasa yang bersifat ”labor- intensive”, dan ”people based industry” artinya banyak sekali melibatkan tenaga kerja yang kompeten dan profesional,  dan karyawan merupakan aset utama. Sebagaimana diketahui bahwa  kunci keberhasilan industri hotel ditentukan oleh kepuasan para tamu dan kepuasan para tamu sebagian besar ditentukan oleh pelayanan dan keramah-tamahan yang diberikan oleh seluruh karyawan hotel  dari pucuk pimpinan sampai dengan para petugas di lapangan. Terlepas dari ukuran, dan jenis hotelnya maka semua tamu hotel memerlukan/memiliki sifat dasar kebutuhan, antara lain(Kasavana & Brook,1991):
Sifat Dasar Kebutuhan
Gambar 2. 9 Sifat Dasar Kebutuhan
Perbandingan Tingkat Layanan Antar Berbagai Jenis Perusahaan
Gambar 2. 10 Perbandingan Tingkat Layanan Antar Berbagai Jenis Perusahaan
Sumber: Richard B.Chase,Nicholas J.Aquilano, Production and Operation Manajement, Richard Irwin,INC, 1995, p 8.

Tugas pokok departemen sumber daya manusia adalah:

a. melakukan proses perekrutan karyawan
b. melakukan pelatihan dan pengembangan karyawan
c. menciptakan sistem penjaminan mutu
d. menciptakan sistem mutasi, promosi dan demosi
e. membina adminitrasi kepegawaian
f. membina sistem penggajian, insentif dan fringe benefit
g. menjamin berlakunya seluruh proses pelaksanaan peraturan dan persyaratan kerja
h. melakukan seluruh proses pelaksanaan penyelesaian perselisihan perburuhan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK)

b. Waktu dan Etika Kerja

Untuk operasi hotel yang harus buka selama 24 jam, misalnya untuk room division dan room service, coffee shop serta keamanan dan fasilitas tertentu di hotel, setiap karyawan yang berperan disana akan bekerja secara shift atau dalam regu kerja dengan pengaturan sebagai berikut:
Waktu dan Etika Kerja
Waktu dan Etika Kerja
Hal kedua, yang patut dibahas sebagai etika dalam pekerjaan operasional adalah tentang kehadiran dan ketidakhadiran dalam kerja. Kehadiran adalah mutlak bagi karyawan sesuai dengan jadual kerja (schedule) yang telah dibuat oleh supervisor dan kepala bagian masing-masing. Absensi dari kerja tanpa pemberitahuan akan mengakibatkan dikenakannya tindakan disiplin dan peringatan kerja bagi karyawan tersebut. Termasuk keterlambatan datang ke tempat kerja, jika dilakukan beberapa kali apalagi ada unsur kesengajaan dan ketidak sesuaian dalam pengaturan waktu, maka akan mendapatkan sanksi tindakan disiplin.

Dibalik sanksi tersebut ada suatu kenyataan yang patut disimak, yaitu seorang staff receptionist, misalnya tidak bisa meninggalkan posnya di front desk counter sebelum timbang terima atau  memberikan laporan berantai ke staf yang akan masuk di giliran kerja berikutnya. Tanpa kehadiran mereka, seorang receptionist tersebut tidak bisa pulang. Logikanya demikian. Jadi, datang terlambat apalagi dalam waktu yang cukup lama, adalah suatu “dosa” besar karena membiarkan teman kerjanya menunggu sampai dia datang untuk melakukan serah terima. Yang ideal adalah lima belas menit sebelum giliran kerjanya seseorang sudah datang di kantor untuk bisa melanjutkan operasional yang sebelumnya melalui serah terima. Dengan demikian maka operasional di front office akan menjadi  lancar.

Bagaimana jika seseorang tidak bisa masuk kerja karena sakit? Seorang staf yang sakit diwajibkan memberitahu ke supervisor sebelum pergantian shift, sehingga pekerjaan bisa diatur oleh supervisor. Bisa jadi karyawan yang telah bekerja di suatu shift kerja diminta untuk terus bekerja sampai satu shift lagi, dengan kompensasi hari libur di kemudian hari. Bisa juga supervisor atau assistant manager yang menangani pekerjaan staf yang sakit tadi. Setelah seseorang melakukan ijin tidak masuk kerja karena sakit, maka kewajiban lainnya adalah memmberikan surat keterangan sakit dari dokter 24 jam setelah berita ijin sakit tersebut.

Tamu adalah raja,  merupakan ungkapan klasik yang merefleksikan bahwa layanan ke pelanggan adalah merupakan hal yang penting. Seorang karyawan harus menyadari bahwa dalam operasional sehari hari, tindakan dan profesionalisme mereka adalah untuk pelanggan. Jika ada karyawan yang bekerja tetapi untuk kepentingan dirinya sendiri akan menjadi salah sasaran.
Tamu adalah raja
Tamu adalah raja
Ungkapan lain yang sejenis dengan itu adalah customer is the central of everything we do, artinya pusat dari skill dan pengetahuan kita itu untuk service kita ke tamu atau pelanggan di hotel. Dengan demikian maka rasa hormat, sopan, menjunjung tinggi hak-hak tamu dan menyadari akan arti penting tamu dengan memberikan layanan secara tulus dan cepat serta efisien akan terwujud.

0 komentar:

Posting Komentar

Hai Sob, berikan komentarmu dengan sopan n NO SPAM.
Dilarang membuat komentar yang sama pada artikel yang berbeda, karena dianggap sebagai SPAM maka akan dihapus. Trims